Kesehatan
mental Lebih Penting daripada
Kesehatan Fisik?
#Galih Yuslifar
Ramadhani
Beberapa tahun yang lalu orang masih berpikir
bahwa kesehatan mental itu tidak terlalu penting. Orang tua akan
mengabaikan atau bahkan menolak untuk mengakui jika anak-anak mereka mengatakan
kepada mereka bahwa mereka memiliki sesuatu yang salah dengan pikiran mereka. Dari apa yang saya dengar secara pribadi, mereka akan mengatakan “Halah, itu pasti karena
Anda tidak cukup religius ”atau“ Anda hanya perlu tidur ”. Orang mengira Anda gila jika pergi ke psikolog atau psikiater, dan ada lebih
banyak pemikiran yang salah tentang kesehatan mental.
Namun saat ini, dengan adanya pergantian generasi
dari milenial ke Generasi Z, Generasi Z mulai menyadari bahwa kesehatan mental
itu sangat penting. Kami sadar bahwa setiap hari kasus penyakit
mental tumbuh semakin cepat, dan semakin cepat. Menurut data WHO, Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 300
juta penduduk dunia dengan depresi, 60 juta dengan gangguan bipolar, 23 juta
dengan skizofrenia dan gangguan jiwa berat lainnya. Mengerikan untuk berpikir
bahwa setiap detik setidaknya ada satu orang di dunia ini yang memutuskan untuk
bunuh diri karena penyakit mental. Namun masyarakat semakin sadar akan
pentingnya kesehatan mental.
Apa itu Kesehatan Mental? Mengapa ini penting? Nah, menurut google, mental itu sendiri adalah sesuatu yang berhubungan dengan pikiran dan kesehatan. Artinya, keadaan bebas dari penyakit atau luka. Dengan definisi tersebut,
kita dapat mengatakan bahwa kesehatan jiwa berarti keadaan dimana pikiran kita
bebas dari penyakit dan luka, kesehatan pikiran kita. Sementara itu, Medical News Today, kesehatan mental mengacu
pada kesejahteraan kognitif, perilaku, dan emosional. Ini semua tentang
bagaimana orang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
Dan, mengapa kesehatan mental itu penting? Pada
dasarnya ketika kita sakit dan terluka secara
fisik, itu akan mempengaruhi Anda secara keseluruhan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari
Anda. Kita akan sulit untuk melakukan sesuatu yang produktif
dan semua. Begitu juga dengan penyakit mental, itu juga
mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda. api biasanya tidak ada hubungannya
dengan tubuh Anda. Itu semua
ada di hati dan atau pikiran
Anda. Jadi, kalau kesehatan jasmani itu penting, kesehatan metal
seharusnya lebih penting.
Anggapan tersebut tidak salah juga karena gangguan kesehatan fisik masih bisa
dilihat, diraba, bahkan disikapi secara kasat mata. Ada banyak tenaga medis
bisa menangani. Namun, masalah gangguan kesehatan mental tak terlihat secara
faktual bahkan penanganannya pun tidak bisa dilakukan dengan cara, sarana, dan
tenaga khusus.
Ada banyak penyebab penyakit mental, tetapi
penyebab utamanya (a) Gen dan
riwayat keluarga Anda (b) Pengalaman
hidup Anda, seperti stres atau riwayat pelecehan, terutama jika terjadi di masa
kanak-kanak (c) Faktor
biologis seperti ketidakseimbangan kimiawi di otak (d) Seorang ibu terpapar virus atau bahan kimia
beracun saat hamil (e) Memiliki
kondisi medis yang serius seperti kanker (f) Cedera otak traumatis (g) Memiliki
sedikit teman, dan merasa kesepian atau terisolasi, dan (h) Penggunaan alchohol dan narkoba. Masih
banyak lagi penyebab ekstra bagi Generasi Z, salah satunya adalah terpaan media
sosial. Hal ini dapat memicu terjadinya gangguan kecemasan
dan rasa tidak aman.
Sebenarnya, ada beberapa jenis
penyakit jiwa/ mental yang
umum yang perlu kita pahami. Menurut mentalhealth.govt, ada sekitar 6 jenis
gangguan mental dari yang ringan sampai tingkatan berat, yaitu: (a) Gangguan kecemasan, termasuk gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif,
dan fobia (b) Depresi,
gangguan bipolar, dan gangguan mood lainnya (c) Gangguan Makan (d) Gangguan kepribadian (e) Gangguan stres pascatrauma, dan (f) Gangguan psikotik, termasuk skizofrenia.
Jenis gangguan yang terakhir dapat dikategorikan berat. Gangguan psikotik, khususnya skizofrenia merupakan hal yang sangat
serius karena ketika individu mengalami skizofrenia, penderita kadang
merasakan bahwa dirinya itu bukan dirinya. Penderita sering berperilaku dan
berbicara di luar kendali dirinya secara normal. Banyak dorongan dan perintah
(bisikan) yang sebenarnya bukan keinginannya. Dalam kondisi seperti ini, tak
jarang penderita kadang dianggap sebagai orang tak waras atau gila.
Tentu saja, kita harus ekstrawaspada terhadapa wujud atau jenis gangguan
di atas. Tentu, kita tidak berharap semua efek jenis gangguan tersebut memasuki
dan mengganggu diri kita. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk
mengetahu sejak dini efek dari
penyakit mental, antara lain (a) Perubahan mood (b)
Pemikiran yang tidak menentu (c) Kecemasan kronis (d) Rasa
harga diri yang berlebihan, dan (e) Tindakan impulsif. Jika kita telah merasakan salah satu dari kondisi
tersebut, ‘men-defrag’ hati dan
pikiran adalah solusi bijak sebelum dorongan tindakan impulsif yang merupakan
efek terburuk gangguan mental mengendalikan diri kita. Tindakan impulsif dapat diartikan sebagai
tindakan semau gue, tindakan emosional
tanpa berpikir bahwa yang dilakukannya sangat merugikan dan membahayak diri
sendiri dan orang lain.
Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit mental
tersebut. Paling tidak ada dua cara untuk mencegahnya, Pertama secara internal,
jika gangguan masih dalam kategori ringan, kita bisa berusaha menyelesaikan
sendiri, misalnya dengan menjaga dan melakukan
aktivitas fisik, berpikiran positif dan istirahat yang baik, serta tidur yang
cukup. Akan tetapi, jika kita sudah terpapar atau memiliki tanda-tanda penyakit
mental kategori berat, Anda
akan membutuhkan bantuan dari para profesional (jangan diagnosa sendiri), yang akan
memberikan perawatan untuk
mengobati penyakit Anda dengan terapi, obat-obatan, dan juga dukungan sosial
dan pendidikan tentang pengelolaan. Sekali lagi, perawatan intensif dari tenaga professional
sangat penting jika kondisinya cukup
parah. Inilah mengapa kesehatan mental sangat penting karena pengaruh penyakit mental sangat signifikan dalam kehidupan.
Namun, kita perlu objektif bahwa pada
akhirnya sehat dan sejahtera lahir dan batin itu sangat penting. Keduanya saling mendukung. Jika kita disakiti secara fisik maka mental
kita akan terluka, begitu pula sebaliknya. Tetap aman dan sehat adalah keniscayaan.
Sources :
https://www.halodoc.com/kesehatan/kesehatan-mental
https://medlineplus.gov/mentaldisorders.html
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49987127
https://www.mentalhealth.gov/basics/what-is-mental-health
Komentar
Posting Komentar