Kesehatan mental Lebih Penting daripada Kesehatan Fisik? #Galih Yuslifar Ramadhani Beberapa tahun yang lalu orang masih berpikir bahwa kesehatan mental itu tidak terlalu penting . O rang tua akan mengabaikan atau bahkan menolak untuk mengakui jika anak-anak mereka mengatakan kepada mereka bahwa mereka memiliki sesuatu yang salah dengan pikiran mereka . D ari apa yang saya dengar secara pribadi , mereka akan mengatakan “Halah, itu pasti karena Anda tidak cukup religius ”atau“ Anda hanya perlu tidur ” . O rang mengira Anda gila jika pergi ke psikolog atau psikiater, dan ada lebih banyak pemikiran yang salah tentang kesehatan mental. Namun saat ini, dengan adanya pergantian generasi dari milenial ke Generasi Z, Generasi Z mulai menyadari bahwa kesehatan mental itu sangat penting . K ami sadar bahwa setiap hari kasus penyakit mental tumbuh semakin cepat, dan semakin cepat . M enurut data WHO , Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 300 juta penduduk dunia dengan depresi...
Menghargai Diriku Sendiri , Susah atau Mudah ? Orang berkata, cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain. Hargailah orang lain seperti sebagaimana kau menghargai dirimu sendiri. Hal tersebut ada benarnya. Seseorang harus mencintai diri sendiri dulu. Memperlakukan diri sendiri dengan baik, dengan layak. Bagimana seseorang memperlakukan diri sendiri mencerminkan bagaimana perlakuan dia terhadap orang lain. Hal ini terlihat pada contoh bagaimana seseorang memberikan suatu benda yang disukainya kepada orang lain. Semua orang tahu bahwa memberikan suatu benda yang berharga bagi kita kepada orang lain itu sangat berat dan sulit. Akan tetapi, adakalanya, mencintai diri sendiri dikatakan sebagai sikap egois. Definisi egois (selfish) menurut KBBI ialah orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Erich Pinchas Fromm seorang psikoanalis, menuliskan kata bijaknya bahwa orang egois tidak mampu mencintai orang lain,. Mereka juga tidak mampu mencintai diri mereka sendi...